MANAJEMEN ALAT DAN MESIN PERTANIAN - MESIN PERONTOK PADI (THREASER)

 MESIN PERONTOK PADI (THREASER)

oleh : L. MUHAMMAD ASDINO SYAHRIZA


Gambar 1. Desain Alat menggunakan Solid Works

Sekarang ini dunia telah memasuki era baru yang dise­but dengan Revolusi Industri 4.0. Sama halnya dengan revolusi industri sebelumya, Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu bentuk pembangunan industri yang tidak dapat dihindari perkembangannya. Revolusi Industri 4.0 yang sedang berkembang saat ini sudah tidak lagi membicarakan tentang otomatisasi alat, tetapi lebih kepada penggunaan mesin-mesin yang terintegrasi langsung dengan jaringan internet. Ada lima teknologi utama yang me­no­pang implementasi revolusi industri dalam bidang pertanian, tersebut diantaranya adalah basis internet (internet of things), super kom­puter (artificial inteligence), kendaraan tanpa pengemudi (human-machine interface), teknologi robotik (smart robotic) serta teknologi 3D printing.

Sektor pertanian sebagai sektor yang diandalkan dalam memenuhi keter­sediaan pangan harus mampu beradaptasi dan mampu memanfaatkan teknologi digital berbasis internet tersebut. Ini karena, masa depan perta­nian tidak akan lagi berlangsung secara kon­vesional melainkan akan tergantikan dengan peranan teknologi berbasis internet tersebut. Melalui implementasi Revolusi Industri 4.0 di sektor pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk tani yang dihasilkan. Faktanya, revolusi industri 4.0 dalam sektor agrikultur ternyata lebih dominan terjadi di Eropa. Hal ini disebabkan oleh adanya bencana demografi, yaitu keadaan dimana jumlah penduduk yang berusia produktif lebih sedikit dibanding penduduk yang berusia non-produktif. Oleh karena itu, tenaga mereka digantikan dengan teknologi. Sebaliknya, di Indonesia, kita mengalami bonus demografi. Pertanian tradisional masih banyak ditemukan di berbagai wilayah. Itulah sebabnya revolusi industri 4.0 pada pertanian Indonesia belum terlalu dirasakan.

Menurut saya penerapan revolusi industri 4.0 di daerah kabupaten Sumbawa Barat belum bisa diterapkan secara keseluruhan terutama ditiap desa atau kampong. Hal ini disebabkan oleh para petani lebih menyukai cara tradisional dibandingkan cara teknologi(praktis),lahan pertanian yang terbatas, kurang pahamnya petani terkait cara kerja alat, kurangnya sosialisasi tentang pentingnya revolusi 4.0 dibidang industri terutama di instustri pertanian dan pangan dan terbatasnya bibit, akan tetapi tidak sedikit para petani yang mulai menggunakan revolusi industri 4.0 seperti mulai menggunakan traktor untuk membajak sawah, menggunakan alat mesin perontok padi dalam proses pemanenan sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.

Manajemen alat dan mesin perontok padi (theaser)

Petani/pengemudi yang akan menggunakan alat terlebih dahulu memastikan keamanan diri, kemudian mengerti cara kerja alat sebelum digunakan guna menghindari kesalahan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat itu sendiri, sebelum menjalan alat dicek kembali semua komponen pada alat apakah sudah berfungsi dengan baik atau tidak, jika ditemukan salah satu komponen alat yang rusak ganti komponen tersebut sebelum digunakan, jika semua sudah diperiksa mesin perontok padi siap digunakan, jika mesin selesai digunakan langsung dibersihkan guna menjaga keawetan mesin tersebut.

Threaser Gambar Manual

Gambar 2. Desain alat menggunakan tangan







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran Hidup : Rendah Hati Tidak Membuatmu Rendah Sebagai Manusia

Kumpulan Pantun Perpisahan Sekolah Yang Menyentuh Hati

7 DESTINASI WISATA YANG WAJIB KAMU KUNJUNGI DI BALI