CONTOH SKRIP LOMBA PODCAST TEMA PAHLAWAN
Hallo teman-teman, selamat datang di blog aku. Kali ini aku mau share contoh kerangka atau urutan dalam pembuatan naskah atau script untuk mengikuti lomba podcast. Silahkan bisa dikreasikan sesuai dengan bahasa dan gaya bicara teaman-teman senyaman teamn-teman semua. secara umum, aku biasanya membuat teks menjadi tiga bagian yaitu pembuka, isi dan penutup. Silahkan bisa diikuti atau dimodifikasi ya. Ini hanya sebagai contoh saja ya, terimakasih dan selamat memabaca.
CONTOH SKRIP LOMBA PODCAST TEMA "PAHLAWAN"
Judul: “Semangat Pahlawan
dalam Rupiah Kita”
Assalamulaikum
Warahmatullahiwabaakatuh. Hey hey hey, apa kabar Sobat Rupiah? Selamat data.ng di
podcast Seru! Podcast “ Semangat Baru” Podcast yang selalu bahas hal-hal seru,
inspiratif, dan pastinya penuh makna. Bersama aku nih, M. Majdi, Mahasiswa
Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas
Mataram. Hari ini, aku mau ajak Sobat Rupiah ngobrol santai tentang sesuatu
yang menurutku, pas banget buat kita bahas di momen spesial ini. Yaps, Hari
Pahlawan! Tapi kali ini kita bakal bahas Hari Pahlawan dari sudut pandang yang berbeda,
lebih personal, lebih dekat ke hati: soal cinta, bangga, dan paham rupiah.
Jadi, siapkan teh hangat, kopi, atau
cemilan favorit Sobat Rupiah, dan yuk kita mulai!
Sobat Rupiah, Hari Pahlawan itu
punya energi spesial. Setiap tanggal 10 November, kita diingatkan sama
perjuangan para pahlawan yang nggak cuma mempertaruhkan tenaga, tapi juga
nyawa, demi Indonesia. Tapi tahu nggak sih,? perjuangan itu sebenarnya nggak
berhenti di medan perang aja loh?
Kalau kita renungkan, Hari Pahlawan
adalah pengingat bahwa perjuangan itu nggak pernah selesai. Dulu, mungkin
musuhnya adalah penjajah. Sekarang, musuhnya lebih abstrak: ketidakpedulian,
rasa malas, atau mungkin kurangnya kesadaran kita tentang hal-hal sederhana
tapi penting.
Nah, kalau ngomongin soal perjuangan,
ada satu kata kunci yang jadi dasar dari segalanya: cinta. Iya, cinta! Cinta
itu powerful banget, lho. Cinta Tanah Air. Cinta ke tanah air adalah alasan
kenapa para pahlawan rela berkorban. Mereka nggak mikirin tuh ‘aku dapat apa?’
tapi lebih ke ‘apa yang bisa aku kasih ke tanah air?’
Jadi, cinta itu bentuk pengorbanan
yang nggak setengah-setengah. Nah, sekarang aku mau nanya nih ke Sobat Rupiah.
Seberapa sering sih kita mikir, “Aku cinta nggak, ya, sama negara ini?” Bukan
cuma ngomong cinta, tapi bener-bener, mungkin lewat tindakan.
Misalnya, Sobat Rupiah belanja
produk lokal. Itu cinta, atau Sobat Rupiah juga jaga lingkungan biar tetap
bersih. Itu cinta juga. Bahkan, kalau Sobat Rupiah ikutan campaign tentang
Indonesia di sosial media, itu juga cinta versi modern. Gampang kan?
Nah, selain cinta, ada lagi nih yang
sering kita lupakan: rasa bangga. Jujur aja ya, kapan terakhir kali Sobat
Rupiah benar-benar bangga jadi orang Indonesia? Kadang kita terlalu sibuk
ngeliatin hal-hal dari luar negeri, sampai lupa kalau kita punya banyak banget
hal-hal yang bisa dibanggakan.
Contoh kecil aja deh. Lihat uang
kertas di dompet sobat rupiah. Ada gambar-gambar pahlawan di situ. Kenapa sih
mereka ada di situ? Karena mereka adalah simbol perjuangan, simbol identitas
bangsa kita. Uang itu bukan cuma alat tukar, tapi juga pengingat bahwa ekonomi
yang kita punya hari ini berdiri di atas jerih payah dari pendahulu.
Jadi, yuk, mulai bangga sama rupiah.
Jangan mau diremehin. Sekecil apapun nominalnya, itu tetap punya nilai. Lebih
bangga lagi kalau kita bisa bijak menggunakannya.
Tapi, tahu nggak sih? Rasa cinta dan
bangga itu nggak cukup kalau nggak dibarengi sama kesadaran untuk paham rupiah.
Maksudnya gimana? Gini, dulu para pahlawan kita berjuang dengan senjata.
Sekarang, kita berjuang dengan ilmu. Salah satunya ilmu keuangan.
Paham rupiah itu bukan cuma soal
tahu cara nabung, tapi juga paham gimana uang bekerja untuk kita. Kalau kita
bijak kelola uang, kita nggak cuma bantu diri sendiri, tapi juga ekonomi
bangsa. Misalnya, belanja produk UMKM lokal. Dengan begitu, Sobat Rupiah ikut
membantu roda ekonomi berjalan.
Atau contoh lain deh, investasi.
Dengan investasi, Sobat Rupiah nggak cuma mikirin diri sendiri, tapi juga masa
depan bangsa. Jadi, buat aku, paham rupiah itu adalah wujud modern dari
semangat perjuangan.
Akhirnya, sampai juga kita di bagian
refleksi. Kira-kira Apa yang bisa kita ambil dari pembahasan ini?
Hari Pahlawan adalah tentang cinta
yang tulus, rasa bangga yang kokoh, dan kesadaran untuk bijak. Kita mungkin
nggak ada di medan perang seperti zaman dahulu, tapi kita tetap bisa jadi
pahlawan versi diri kita sendiri. Mulai dari mencintai apa yang kita punya,
bangga sama identitas kita, dan paham gimana mengelola yang ada.
Pesan aku sederhana: mari kita jadi
pahlawan untuk orang-orang di sekitar kita. Karena, siapa tahu, dengan langkah
kecil kita, kita bisa bikin perubahan yang besar. Siapa lagi kalau bukan kita
dan kapan lagi kalau bukan dimulai dari sekarang?
Okay, Sobat Rupiah, terima kasih
udah dengerin podcast hari ini. Semoga obrolan kita hari ini bisa kasih Sobat
Rupiah perspektif yang baru tentang Hari Pahlawan dan gimana kita bisa meneruskan
semangat perjuangan para pahlawan kita.
Pantun Penutup:
Makan siang pakai lauk ikan ,
Tambah sambal makin Sempurna.
Jaga rupiah tetap membanggakan,
Bukti cinta untuk Indonesia.
Jangan lupa, selalu cintai
Indonesia, bangga sama apa yang kita punya, dan jadilah orang yang paham! Aku,
M. Majdi, pamit undur diri, dan Sampai ketemu lagi di episode berikutnya, See
you bye-bye. Assalamu’laikum Warahmatullahiwbarakatuh.!

Komentar
Posting Komentar