BANJIR DI DESA WARINGIN, BANYAK KERUGIAN YANG DIAKIBATKAN OLEH BANJIR TERS...
Berikut video banjir di desa Waringin Kecamatan Suralaga, Kabupaten LOTIM, Provinsi NTB
dan baca beritanya dibawah berdasarkan berita jayantaranews.com dan lombokita.com
Banjir dan longsor yang melanda Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakibatkan jembatan putus.
Akibat curah hujan yang terlalu tinggi, imbasnya membuat jalan tersebut amblas terseret banjir dan longsor, Minggu (21/1/18).
Menurut penuturan warga sekitar, bahwa kejadian amblasnya jembatan tersebut dikarenakan curah hujan terlalu tinggi, sehingga debit air sungai tersebut meluap. Padahal, jembatan / jalan tersebut baru saja selesai dikerjakan tahun 2017 lalu. Namun karena hal yang tak terduga, yakni bencana alam banjir dan longsor melanda daerah tersebut, ya mau gimana lagi, ujar sebagian warga sekitar.

Belum terhitung kerugian materi dari kejadian banjir dan longsor tersebut. Hingga saat ini belum ada bantuan apapun dari pihak Pemerintah Daerah setempat untuk menangani kejadian bencana alam dimaksud.
“Semoga Pemerintah Daerah segera bisa menangani dan membantu warga sekitar yang terkena musibah tersebut,” harap warga.
Hingga saat ini, jembatan yang putus akibat banjir serta longsor mengakibatkan akses jalan masyarakat sekitar lumpuh total.
Sekitar 3,10 hektar lahan Kelompok Baru Mekar Dusun Cengok Daye Desa Waringin yang sedang ditanami padi dan cabai mengalami rusak. Keseluruhan areal tanam seluas 9 hektar lebih.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, M. Zaini menjelaskan, pihaknya akan memberikan bantuan berupa benih kepada masyarakat yang mengalami kerusakan tanaman akibat bencana alam itu.
“Setelah kami melakukan kroscek di lapangan, jumlah lahan pertanian yang mengalami kerusakan seluas 3,10 hektar,” jelas M. Zaini di kantornya, Senin (22/1/2018).

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Desa Waringin itu cukup mengagetkan warga sekitar. Karena begitu cepatnya air masuk ke lahan pertanian dan merusak tanaman padi dengan umur tanaman bervariasi.
Selain itu juga, tanaman cabai milik masyarakat yang mengalami kerusakan akan diberikan bantuan benih.
“Kami hanya memberikan bantuan benih, karena untuk memberikan asuransi atau ganti rugi tidak bisa mengingat belum masuk asuransi,” ujar Zaini.
Zaini berharap, ke depannya permasalahan ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah agar bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang lahan pertaniannya mengalami kerusakan akibat bencana alam.
“Untuk tahun ini belum bisa dibantu biaya kerusakan karena belum ada anggaran untuk itu,” tandas Zaini.
sumber:
http://jayantaranews.com/banjir-longsor-di-desa-waringin-ntb-akibatkan-jembatan-putus/
http://lombokita.com/banjir-waringin-tiga-hektar-sawah-petani-rusak/
Komentar
Posting Komentar