Daya-Daya Yang Digunakan Dalam Bidang Pertanian
A. Pengertian
a. Apa yang
dimaksud dengan daya/energi?
Energi
secara umum adalah suatu kerja yang dapat dilakukan oleh gaya tertentu
(gravitasi, elektromagnetik, dan lain-lain). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), dalam bidang fisika energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja
(misalnya untuk energi listrik dan mekanika). Energi adalah daya (kekuatan)
yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. Misalnya dapat
merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pada bahan (seperti sinar
matahari). Energi juga dapat diartikan sebagai tenaga.
b.
Apa yang
dimaksud tenaga pertanian?
Tenaga pertanian adalah disiplin ilmu yang membahas penggunaan
energi di bidang
pertanian. Secara umum, ada dua jenis energi yang digunakan secara langsung di
bidang pertanian, yaitu energi kinetik untuk menggerakkan
alat dan mesin
pertanian dan panas untuk pengeringan dan pengolahan. Energi kinerik digunakan untuk beberapa hal seperti menarik
beban. Misalnya pengolahan tanah dengan menggunakan bajak biasa, menarik trailer, dan sebagainya. Energi kinetik juga digunakan untuk memutar
poros misalnya memompa
air, perontokan
padi, dan
sebagainya. Ada juga pekerjaan yang menggunakan tenaga tarik dan putar
sekaligus, seperti penanaman, pemanenan, dan
pengolahan tanah dengan menggunakan bajak yang memanfaatkan daya dari poros PTO traktor. Penggunaan panas misalnya untuk mengeringkan, mendinginkan, dan mengolah
hasil pertanian.
c. Apa
saja tenaga yang digunakan dalam bidang pertanian?
Tenaga yang dibangkitkan untuk
melakukan semua pekerjaan dalam bidang
pertanian berasal
dari berbagai sumber, diantaranya:
1.
Tenaga
Manusia
Manusia dapat merubah energi
makanan yang dicernanya menjadi kerja mekanis. Dalam hal ini manusia berfungsi
sebagai motor dan hasil kerja mekanisnya dapat digunakan dalam berbagai bentuk,
baik untuk menarik atau mendorong beban ataupun memutar engkol dan sebagainya.
Seorang manusia mampu mengangkat berat sampai dua kali berat badannya,
sedangkan kemampuan tarik hanya sekitar 80 sampai 90% dari berat badannya. Penggunaan tenaga manusia dalam dunia
pertanian Indonesia saat ini masih dominan dengan ditemukannya petani
yang masih
mencangkul lahannya, menanam hingga memanen dengan tangannya sendiri dan dengan
peralatan sederhana. Seorang buruh yang sehat dapat bekerja selama 8 jam sehari dengan output tenaga rata-rata
75 watt. Penggunaan tenaga manusia sebagai
pembangkit listrik tidak disarankan karena tidak efisien. Besar energi yang
dihasilkan dalam jika dihargai dengan nilai uang tidak sebanding dengan biaya
pembuatan alat konversi energi manusia (misal konversi ke energi listrik), namun hal ini amat ditentukan dengan harga energi listrik suatu negara.
2.
Tenaga Hewan
Tenaga hewan merupakan sumber tenaga yang memegang
peranan penting di bidang pertanian khususnya untuk negara yang sedang
berkembang. Tenaga ternak pada umumnya digunakan untuk pekerjaan menarik beban
dan kurang sesuai untuk pekerjaan stasioner. Seekor kuda dapat menarik beban
1/10 dari berat badannya secara terus menerus dengan kecepatan 3.75 km/jam
tanpa terlalu lelah. Poros yang diputar dengan tenaga kuda. Dari poros ini, tenaga putar bisa
dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti pemompaan air dan penggilingan serealia.
Tenaga hewan sudah lama digunakan manusia dalam menggantikan tenaga manusia untuk
berbagai pekerjaan di bidang pertanian, misalnya mengolah lahan (penggunaan kerbau
untuk
membajak), memompa air, menggerakkan mesin penggiling, pengangkutan hasil
pertanian, dan sebagainya. Di negara miskin seperti Zimbabwe, tenaga hewan tidak tergantikan meski sudah ditawarkan
untuk berpindah ke mekanisasi
pertanian. Dengan
mahalnya harga traktor dan suku cadangnya, tenaga hewan masih dibutuhkan bahkan
di lahan pertanian skala besar. Dengan menghindari penggunaan traktor, sebuah
lahan usaha tani dapat menghindari penggunaan
bahan bakar
fosil. Petani
dapat memanfaatkan residu tanaman (brangkasan) dan
gulma sebagai pakan ternak, terutama ketika lahannya tidak ditanami.
3.
Tenaga Angin
Tenaga angin relatif terbatas penggunaannya karena
susah untuk dikendalikan dan sering kali tidak tersedia di saat yang
dibutuhkan. Penggunaan tenaga angin di bidang pertanian lebih banyak digunakan
untuk memompa
air untuk pengairan lahan atau pengolahan hasil pertanian. Besarnya tenaga yang
dihasilkan oleh angin tergantung dari kecepatan angin dan diameter kincir yang
digunakan. Karena
sifat tenaga angin yang tidak selalu tersedia, umumnya
air yang dipompa dengan menggunakan tenaga angin
disimpan di sebuah tangki untuk digunakan kemudian.
Di Eropa Barat
Laut, kincir angin telah digunakan untuk menggiling
gandum menjadi tepung sejak tahun 1180an dan untuk mengeringkan tanah yang
terendam air. Di Amerika Serikat, kincir angin digunakan untuk memompa air
sehingga usaha pertanian dapat berjalan bahkan di lahan yang kering dan jauh
dari sumber air permukaan.
4.
Tenaga Air
Tenaga air merupakan sumber tenaga yang populer
digunakan pada daerah berbukit di mana aliran air dapat memiliki energi potensial yang tinggi. Besar tenaga yang
didapatkan dari tenaga air ini tergantung debit
air yang mengalir dan ketinggian jatuhnya air. Secara teknis,
tenaga air terdapat di banyak tempat di mana terdapat air yang mengalir, namun
pemanfaatannya tergantung pada bentuk muka bumi, kebutuhan, dan teknologi yang
digunakan. Kincir
air adalah salah satu cara untuk memanfaatkan aliran air.
Bukti paling awal keberadaan kincir air adalah roda
Perachora yang dibuat di Yunani pada abad ke-3 SM dan bukti awal pemanfaatan kincir air di usaha pertanian
adalah di Cabira, Asia Minor, yang dibangun pada tahun 71 SM untuk menggiling gandum.
5.
Tenaga
Listrik
Penggunaan tenaga listrik di bidang pertanian semakin
populer dengan sudah tersedianya listrik sampai ke perdesaan. Tenaga listrik
dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti penerangan, pemanasan,
pendinginan, menggerakkan motor listrik untuk mesin-mesin pengolahan dan
lain-lain. Motor listrik adalah suatu alat yang digunakan untuk mengubah
energi listrik menjadi energi kinetik berbentuk putaran. Tenaga listrik kini
sudah dapat diakses hingga ke pedesaan sehingga memudahkan para pelaku pertanian dalam menjalankan usaha
pertanian. Contoh aplikasi pertanian dengan menggunakan motor listrik adalah penggilingan
padi.
6.
Motor Bakar
Motor bakar merupakan sumber
tenaga yang banyak digunakan di bidang pertanian baik untuk perkerjaan
stationer maupun pekerjaan menarik beban dengan menggunakan traktor yang
digerakkan oleh motor bakar. Motor bakar internal dapat menggunakan bahan bakar
bensin atau bahan bakar solar. Saat ini, motor bakar masih mendominasi pemanfaatan energi di bidang mekanisasi pertanian
terutama pada pengolahan lahan, pemanenan, hingga pengolahan hasil pertanian.
Misalnya yang paling sederhana yaitu traktor dua roda.
Motor bakar
yang digunakan pada umumnya yaitu motor pembakaran dalam (internal
combustion engine) yang menggunakan bahan bakar bensin. Penggunaan motor
diesel biasanya pada mesin yang lebih berat, seperti traktor roda empat yang
biasa digunakan pada perkebunan besar. Keuntungan penggunaan motor bakar adalah
kemampuannya dalam menyediakan daya yang besar dalam waktu yang cepat. Salah satu kelebihannya adalah motor bakar tersedia dalam kisaran daya
yang sangat besar dan fleksibel, mulai dari daya yang sangat kecil < 0.5 kW
sampai dengan ratusan kilowatt.
7.
Traktor Pertanian
Traktor dibidang pertanian merupakan suatu alat yang sangat penting dalam
penyediaan tenaga tarik dan putar untuk digunakan dalam mengolah lahan,
perawatan tanaman, pemanenan, hingga pengolahan hasil pertanian. Penggunaan
traktor dalam pengolahan lahan dapat selesai lebih cepat dibandingkan dengan
menggunakan tenaga hewan maupun manusia. Traktor pertanian merupakan
sumber tenaga yang penting dalam pertanian moderen. Traktor pertanian dapat
digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu traktor roda dua atau traktor
tangan dan traktor roda empat. Traktor pertanian dapat digunakan sebagai sumber
tenaga tarik untuk mengoperasikan alat dan mesin budidaya pertanian dan
sekaligus juga dapat digunakan sebagai tenaga putar seperti untuk pompa air,
pemanen, perontok dan sebagainya.
d.
Apa saja bagian-bagian dari
Sumber Daya Pertanian?
Sumber Daya Pertanian merupakan suatu
aspek yang penting dalam melakukan proses pertanian. Aspek-aspek tersebut
saling berkaitan erat satu sama lain, sehingga berpengaruh besar terhadap
produksi pertanian. Sumber daya pertanian yang berperan dalam peengolahan dan
pengembangan produk pertanian, yaitu :
1. Sumber Daya Alam
dan Lingkungan
Sumber daya pertanian yang berupa sumber
daya alam dan lingkungan berupa komponen biotik dan komponen abiotik. Dimana
dalam komponen tersebut dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
(1) Renewewable, yaitu omponenen yang dapat diperbaharui
keberadaannya, kebanyakan adalah komponen abiotik. Seperti Organisme (Cacing,
Tikus, Ular, dll), Tanaman Pertanian (Padi, Jagung, dll), Tanaman Nauangan, dan
sebagainya.
(2) Unrenewable, yaitu komponen yang tidak dapat
diperbaharui, sebagian besar merupakan komponen abiotik seperti lahan, air, dan
lain sebagainya.
Namun, terkadang komponen abiotik dan
biotik tersebut bisa menjadi komponen kuasi renewable atau komponen
yang bisa bersifat Renewewable dan Unrenewable. Contohnya tanah. Tanah yang
yang dapat diperbaharui jika kita menanaminya dengan singkong secara terus
menerus menyebabkan tanah tersebut menjadi panas, sehingga menyebabkan lahan
tersebut tidak bisa ditanami produk pertanian yang lain.
2. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di dalam sektor
pertanian adalah Petani. Dengan kata lain petani merupakan sumber daya manusia
yang berperan sebagai manajer dan kultivator atau juru tani. Petani berbeda
dengan buruh tani. Petani itu memiliki lahan sendiri, dimanajemeni sendiri,
diolah sendiri dan dibantu oleh seorang buruh tani yang merupakan petani yang
tiak memiliki lahan serta tidak memiliki ketrampilan manajemen pertanian.
3. Modal
Modal merupakan sumber daya esensial dalam
sektor pertanian. Dalam melakukan produksi pertanian harus membutuhkan modal
yang tinggi, seperti untuk membeli pupuk, benih, pestisida, perawatan alat
pertanian, dll. Biaya produksi yang tinggi ini disebabkan produk pertanian
sangat bergantung pada alam sehingga dalam melakukan produksi pasti memiliki
resiko yang tinggi, karena sekarang ini iklim di bumi tidak menentu dan petani
sekarang sulit menentukan waktu panen, waktu tanam, dan sejenisnya. Produk
pertanian bersifat voluminous sangat besar sehingga membutuhkan ruang
penyimpanan yang besar, oleh karena itu biaya simpan dalam produk pertanian
juga tergolong sangat tinggi.
4. Teknologi
Teknologi juga berpengaruh terhadap laju
produksi pertanian. Semakin canggih teknologi pertanian yang digunakan maka
akan semakin cepat produk pertanian itu dihasilkan. Namun, untuk memiliki
teknologi yang canggih tersebut seperti traktor dibutuhkan modal yang tinggi.
Selain itu biaya perawatannya juga tinggi, jadi meskipun produk yang dihasilkan
lebih banyak dan lebih cepat, tetapi harga yang ditawarkan ke konsumen pasti
lebih tinggi daripada produk pertanian yang pengolahannya menggunakan teknologi
konvensional.
5. Manajemen
Seorang petani selain harus bisa melakukan
pengolahan atau proses bertani dengan baik, dia harus memiliki ketrampilan
manajemen yang baik pula. Arti manajemen disini adalah cara dimana seorang
petani mengambil keputusan yang efektif dan efisien dalam melaksanakan proses
pertanian mulai dari pemilihan bibit unggul sampai proses penjualan. Dalam hal
ini petani menggunakan prinsip-prinsip ekologi, agar menjadi sistem pertanian
yang produktif dan sustainable (berkelanjutan/lesatri), tanpa
berdampak terhadap lingkungan sekitar.
6. Institusi
(Kelembagaan)
Institusi dan Kelembagaan
merupaka sumber daya pertanian yang penting dalam memajukan ekonomi pertanian.
Koperasi Unit Desa merupakan salah satu contoh Institusi yang dapat memajukan
ekonomi pertanian. Selain dapat menjual produk pertaniannya, petani dapat
meminjam uang untuk modal produksi pertanian. Penyuluhan Pertanian juga
dibutuhkan untuk mengembangkan produksi pertanian. Para petani di desa-desa
diberikan pengertian mengenai manajemen dan pengolahan pertanian yang efektif
dan efisien, sehingga para petani dapat berpikir jauh lebih ke depan dalam
mengolah dan mengembangkan lahan pertaniannya.

Komentar
Posting Komentar