PENGETAHUAN BAHAN DAN TEKNIK - STRUKTUR DAN CACAT KRISTAL

 

MAKALAH

PENGETAHUAN BAHAN DAN TEKNIK

STRUKTUR DAN CACAT KRISTAL

 

 


 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

NAMA            : I GUSTI MADE KOMPYANG YASA

NIM                : J1B018042

PRODI            : TEKNIK PERTANIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI

UNIVERSITAS MATARAM

2020


 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penyusu panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat-Nya sehingga Makalah “STRUKTUR DAN CACAT KRISTAL” dapat terselesaikan, walaupun hasilnya tidak sempurna jika dibandingkan dengan karya-karya besar yang lain, namun hasil bukanlah tujuan yang utama, tetapi proses pembelajaran yang pernah dijalani menjadi suatu hal yang utama bagi penulis. Karena disanalah pengalaman dan nilai-nilai luhur itu ada, walaupun tidak dapat diukur dengan angka namun sangat bermakna. Pengalaman yang telah terjadi mudah – mudahan dapat menjadi refleksi, internalisasi, dan proyeksi bagi masa yang akan datang bagi penyusun khususnya.

Penyusun menyadari sebagai manusia bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini. Terakhir semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun bagi para pembaca.

 

 

 

Mataram, 7 Mei 2020

 

 

Penyusun


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

1.1.       Latar Belakang. 1

1.2.       Rumusan Masalah. 1

1.3.       Tujuan Pembahasan. 1

BAB II  ISI. 2

2.1. Struktur Kristal 2

2.1.1. Ikatan tidak mengarah dan struktur ion sederhana. 2

2.1.2. Ikatan terarah dan struktur kovalen sederhana. 3

2.1.3. Campuran ikatan kristal rumit 3

2.2. Cacat Kristal 4

BAB III PENUTUP. 7

3.1. Kesimpulan. 7

DAFTAR PUSTAKA.. 8

 

 

 


 


 

1.1.Latar Belakang

Sistem kristal merupakan bagian yang paling terpenting untuk dipelajari dalam ilmu material bahan. Untuk mempelajari ilmu material Bahan diperlukan beberapa cabang ilmu pengetahuan yang di satukan yaitu ilmu kimia bahan dan ilmu fisika bahan. Dalam mempelajari suatu susunan kristal material pada bahan, sangat perlu mempelajari struktur dan cacat kristal pada material. Untuk itu disini penyusun ingin membahas dan mempelajari lebih mendalam tentang bagaimana struktur susunan dan cacat kristal pada suatu bahan.

Istilah "kristal" memiliki makna yang sudah ditentukan dalam ilmu logam, dalam kehidupan sehari-hari "kristal" merujuk pada benda padat yang menunjukkan bentuk geometri tertentu, dan kerap kali sedap di mata. Berbagai bentuk kristal tersebut dapat ditemukan di alam. Bentuk-bentuk kristal ini bergantung pada jenis ikatan molekuler antara atom-atom untuk menentukan strukturnya, dan juga keadaan terciptanya kristal tersebut. Bunga salju, intan, dan garam dapur adalah contoh-contoh kristal.

Susunan yang sempurna ada di keseluruhan material kristal pada skala atom tidaklah ada. Semua bahan padat mengandung sejumlah besar cacat atau ketaksempurnaan. Beberapa material kristalin mungkin menunjukkan sifat-sifat elektrik khas, seperti efek feroelektrik atau efek piezoelektrik. Kebanyakan material kristalin memiliki berbagai jenis cacat kristalografis. Jenis dan struktur cacat-cacat tersebut dapat berefek besar pada sifat-sifat material tersebut.

1.2.Rumusan Masalah

 Adapun rumusan masalah makalah ini yaitu :

1.         Bagaimana struktur kristal dan contoh masing-masing struktur kristal?

2.         Apa itu cacat kristal dan jenis-jenisnya?

1.3.Tujuan Pembahasan

Adapun tujuan pembahasan makalah ini yaitu :

1.      Mengetahui dan memahami struktur kristal.

2.      Mengetahui dan memahami cacat kristal

 


 

 

2.1. Struktur Kristal

Susunan atom dalam benda padat dapat diperkirakan kalau diketahui apakah ikatan antar atomnya memiliki sifat keterarahan atau tidak. Atom-atom diikat oleh ikatan mengarah (ikatan kovalen, ikatan dipol permanaen) berderet dalam satu aturan tertententu untuk memenuhi sudut valensi. Kalau ikatannya bukan ikatan mengarah (ikatan logam, ikatan ion, ikatan van der waals), maka atom-atom berkelakuan seperti bola kaku dan membentuk susunan mengikuti bentuk geometri tertentu yang ditentukan oleh perbandingan dimensi relatifnya. Dalam kristal senyawa anorganik yang rumit sifat alamiah ikatan antar atomnya tidak dapat terlihat jelas ciri khasnya, antara ikatan kovalen dan ikatan ion. Selanjutnya dalam beberapa kasus berbagai jenis ikatan dapat bekerja pada satu kristal. Dalam hal ini perlu dicatat bahwa berbagai struktur kristal yang dikemukakan dibawah ini dikelompokkan oleh gaya utama yang bekerja pada ikatannya.

2.1.1. Ikatan tidak mengarah dan struktur ion sederhana

        Atom-atom tersusun serapat mungkin dalam bentuk padat membentuk suatu zat tunggal berupa logam atau unsur tanah jarang. Jumlah ikatan persatuan volume menjadi maksimum sedangkan energy ikatan persatuan volume menjadi minimum. Struktur kristal yang terbentuk merupakan suatu bentuk geometri dalam ruang dimana atom dianggap sebagai bola kaku yang mempunyai ukuran sama.

        Jumlah atom maksimum yang dapat disusun disekeliling satu atom bersentuhan dengan semua atom tersebut adalah 12. Ada dua bentuk susunan tersebut yaitu heksagonal susunan rapat dan kubus susunan rapat atau kubus terpusat muka. Jika ukuran atom berbeda, atom yang memiliki ikatan tak mengarah tidak dapat dijelaskan struktur kristalnya. Ukuran ion dari kation dan anion biasanya berbeda, dan bentuk susunan ditentukan juga oleh ukuran relatifnya.

        Ukuran berbagai ion (radius ion) dalam struktur ion ditentukan secara setengah empiric dari panjang ikatan antar atom yang diamati dari kristal sebenarnya. Radius ion tak perlu mempunyai harga tertentu, tetapi biasanya tetap untuk ion yang bersangkutan. Dibawah ini dikemukakan struktur khas kristal ion yang sering ditemui dalam keramik.

a.       Struktur kristal garam batu

Anion besar tersusun dalam bentuk kubus dan semua tempat interstisi dari koordinasi lipat 6 terisi oleh kation.

b.      Struktur sesium klorida

Pada struktur ini atom menempati tempat ditengah-tengah kubus berupa struktur bcc terbentuk oleh atom isomer. Kation dan anion keduanya dalam koordinasi lipat 8.

c.       Struktur wurtzit

Struktur ini mempunyai susunan heksagonal dari anion, dan setengah dari interstisi tetrahedral diisi oleh kation kecil.

d.      Struktur paduan seng blen

Dalam struktur ini setengah dari interstisi tetrahedral dalam kubus susunan rapat dari anion diisi oleh kation kecil.

e.       Struktur rutil

Struktur rutil mempunyai struktur satuan sedikit terdistorsi dari oktahedron yang terbentuk oleh enam ion oksigen, tengah-tengahnya sitempati oleh .

f.       Struktur fluorit

Struktur ini berdasarkan susunan kubus terpusat muka dari . Sel satuan terbagi menjadi delapan kubus kecil dari ion  menempati titik tengah setiap kubus.

g.      Struktur -alumina, struktur ilmenit

Ion oksigen tersusun dalam heksagonal susunan rapat dan ion  mengisi dua pertiga dari tempat terkoordinasi lipat 6 dalam susunan rapat.

h.      Struktur spinel

Dalam struktur spinel susunan atom oksigen merupakan kubus susunan rapat. Seperdelapan dari tempat tetrahedral terbentuk dalam lapisan susunan dari ion  diisi oleh kation divalensi dan setengah dari tempat octahedral diisi oleh kation trivlensi.

i.        Struktur perovskite

Dalam struktur perovskite sebagian kation berpartisipasi dalam struktur susunan rapat. Dalam perovskite ion  dan kation membentuk struktur kubus susunan rapat, dan yang kecil ion  yang bermuatan tinggi menempati tempat interstisi octahedral.

2.1.2. Ikatan terarah dan struktur kovalen sederhana

Jumlah atom yang berdekatan terikat secara kovalen dengan atom tertentu, dibatasi oleh valensi kovalen dari atom tersebut. Valensi kovalen itu biasanya kecil, kebanyakan struktur kovalen adalah kristal molecular, dimana ikatan kovalen terdapat hanya pada molekul yang bersangkutan, tetapi molekul-molekulnya sendiri masing-masing terikat oleh ikatan dipol, yang berbeda dengan ikatan kovalen. Banyak senyawa organik memiliki jenis struktur ini, tetapi banyak struktur yang ikatan seluruhnya didasarkan pada ikatan kovalen. Pada umumnya struktur kovalen mempunyai ikatan lebih kuat dibandingkan dengan struktur ikatan ion, dan senyawa dari struktur ini lebih stabil dan lebih kuat pada temperature tinggi. Jumlah atom pada satuan volume lebh sedikit dibandingkan pada struktur susunan rapat karena ikatannya yang terarah dengan demikian massa jenisnya lebih rendah.

Struktur kovalen yang khas dikemukakan di bawah ini :

a.       Struktur intan

Unsur-unsur ringan dalam kelompok IV seperti intan C, Si, Ge, timah kelabu memiliki struktur intan. Dalam struktur ini setiap atom diikat oleh saling tumpangnya orbital hibrida  dan diikat pada arah puncak oktahedron.

b.      Struktur grafit

Grafit adalah satu dari polimorf kristal karbon. Atom karbon membentuk lapisan susunan rapat ikatan kovalen, yang diikat dengan ikatan  lemah diantaranya. Lapisan atas susunan padat dari ikatan kovalen terbentuk oleh orbital hibrida .

2.1.3. Campuran ikatan kristal rumit

Dalam kristal yang rumit, berbagai macam atom berperan dan ikatannya merupakan ikatan campuran dalam banyak hal. Struktur kristal demikian dapat dimengerti apabila mengingat bahwa kristal tersusun oleh kombinasi dari polyhedron koordinasi, dimana satuan kecil dari kation dikelilingi oleh beberapa anion. Salah satu contoh adalah silikat yang merupakan bahan baku penting bagi keramik.

Struktur dasar dari silikat adalah tetrahedron . Ikatan Si-O pada koordinasi tetrahedron memenuhi keduanya baik keterarahan dari ikatan kovalen maupun perbandingan dari radius atom relatif. Ada berbagai jenis struktur silikat karena berbagai cara kombinasi mungkin terjadi diantara tetrahedron  atau antara tetrahedron dengan ion lain. Karena besarnya muatan ion  dan bilangan koordinasinya rendah, tetrahedron  jarang dihubungkan dengan sudut bersamanya dan tak pernah dengan bidan bersamanya.

Suatu silikat dimana tiap tetrahedron tidak dihubungkan dengan yang lainnya dinamakan ortosilkat, yang termasuk kelompok ini adalah olivin dan garnet. Jika dua sudut dari setiap tetrahedron dipakai bersama dengan tetrahedron lainnya maka terbentuklah silikon rantai tunggal (siklosilikat) contohnya yaitu beril dan kordierit. Jika 2,5 sudut tetrahedron sebagai rata-rata, dipakai bersama dengan tetrahedron lainnya maka aka terbentuk silikat rantai ganda, contohnya yaitu termolit dan ksonotlit. Jika 3 atau 4 ion oksigen dalam setiap tetrahedron dipakai bersama, terjadi struktur berlapis yang terdiri dari , contoh bahan tersebut adalah mika, bahan ini merupakan bahan baku keramik yang penting.

 

2.2. Cacat Kristal

Cacat kristal dapat terjadi karena adanya solidifikasi (pendinginan) ataupun akibat dari luar. Cacat palin sederhana adalah kehilangan atom pada posisi tertentu dalam kristal (vacancy) yang sering disebut cacat schottky. Cacat kristal kristal yang terjadi pada suatu bahan padat dapat mempengaruhi sifat fisis tertentu seperti sifat mekanik atau sifat listrik

Berikut ini merupakan jenis-jenis cacat kristal :

a.       Cacat titik yaitu adanya atom yang hilang atau terdapat sisipan atom asing dalam kisi (kekosongan, interstitial dan subtitutional , cacat Schottky dan cacat Frenkel).

1.       Kekosongan

Di alam ini tidak terdapat Kristal yang sempurna dengan susunan atom yang teratur. Selalu terdapat cacat dalam suatu Kristal, dan yang paling sering dijumpai adalah cacat titik. Hal ini terutama ketika temperature Kristal cukup tinggi dimana atom-atom bergetar dengan frekuensi tertentu dan secara acak dapat meninggalkan kisi, lokasi kisi yang ditinggalkan disebut vacancy atau kekosongan. Semakin tinggi suhu, semakin banyak atom yang dapat meninggalkan posisi kesetimbangannya dan semakin banyak kekosongan yang dapat dijumpai pada kristal.

2.       Interstitial dan substitutional

Interstitial yaitu Penekanan atau penumpukan antara tempat kisi teratur. Jika atom interstitial adalah atom yang sejenis dengan atom-atom pada kisi maka disebut self interstitial. Subtitutional yaitu Penggantian atom pada matriks Kristal. Jika atom asing mengganti atau mensubtitusi matriks atom, maka disebut subtitusional impurity

3.       Schottky dan  frenkel

Cacat Frenkel adalah kekosongan pasangan ion dan cation interstitial. Atau kekosongan pasangan ion dan anion interstitial. Namun ukuran anion jauh lebih besar dari pada kation maka sangat sulit untuk membentuk anion interstitial. Cacat Schottky adalah kekosongan pasangan kation dan anion. Keduanya cacat Frenkel dan Schottky, pasangan cacat titik tetap berdekatan satu sama lain karena tarikan coulomb yang kuat antara muatan yang berlawanan.

b.      Cacat Linear yaitu sekelompok atom berada pada posisi yang menyimpang ( dislokasi tepi dan dislokasi screw). Dislokasi adalah cacat garis. Ikatan interatomik secara signifkan terdistorsi hanya dalam daerah sekitar dislokasi garis yang cepat. Dislokasi juga membentuk deformasi elastic kecil kisi pada jarak yang jauh. Dislokasi dengan arah vector Burger tegak lurus dengan dislokasi disebut dislokasi tepi atau dislokasi edge. Ada tipe dislokasi kedua  yang disebut screw dislocation. Screw dislocation sejajar dengan arah Kristal yang dipindahkan atau yang digeser (vector Burger sejajar dengan dislokasi garis). Hampir seluruh dislokasi yang ditemukan pada Kristal bahan tidak terdiri daru edge dislocation saja atau screw dislocation saja tetapi terdiri dari campuran keduanya atau disebut mix dislocation.

c.       Cacat interfacial  yaitu interface antara daerah sejenis pada bahan (permukaan eksternal, grain boundaries, dan twin boundaries).

1.       Permukaan eksternal

Salah satu batas yang selalu ada adalah permukaan luar atau permukaan eksternal, dimana permukaan ada disetiap ujung Kristal. Di permukaan, atom tidak memiliki jumlah tetangga maksimum sehingga jumlah ikatanya lebih kecil dan memiliki keadaan energy yang lebih besar dari atom atom yang berada dibagian dalam. Ikatan atom pada permukaan Kristal yang tidak terikat memberikan energy permukaan yang diekspresikan dalam satuan energy persatuan luas permukaan (J/m2 atau org/cm2). Untuk mengurangi energy tersebut, suatu bahan cenderung untuk memperkecil permukaannya. Namun untuk zat padat hal ini sulit karena memiliki sifat yang kaku.

2.       Grain boundaries

Jenis lain dari cacat interfacial adalah grain boundaries yaitu batas yang memisahkan dua grain kecil atau Kristal yang memiliki struktur Kristal yang berbeda dalam bahan polikristalin. Didalam daerah batas, dimana terdapat jarak cukup lebar diantara atom, terdapat beberapa atom yang hilang dalam transisi dari orientasi Kristal dalam satu grain ke grain yang berdekatan.mBermacam-macam ketidak sejajaran kristalografi diantara grain yang berdekatan merupakan hal yang mungkin. Ketika orientasi yang tidak cocok ini diabaikan atau derajatnya kecil maka bentuk sudut kecil grain boundaries digunakan.Batas ini dapat digambarkan dalam bentuk susunan dislokasi.

3.       Twin boundaries

Twin boundaries atau batas kembar merupakan jenis khusus dari grain boundaries dimana terdapat cermin kisi yang simetri. Atom dalam satu sisi batas ditempatkan sebagai cermin atom pada sisi yang lainnya. Daerah diantara dua sisi tersebut terbentuk bidang twin. Batas kembar dihasilkan dari perpindahan atom yang diproduksi oleh gaya mekanik yang dikerjakan pada bahan (mechanic twin) dan juga terbentuk selama proses annealing panas yang mengikuti deformasi (annealing twins). Perkembaran terjadi pada bidang Kristal tertentu dan arah tertentu juga dan keduannya tergantung pada struktur Kristal. Annealing twin adalah tipe  yang ditemukan dalam metal yang berstruktur FCC dan mechanic twin dapat di observasi pada logam berstruktur BCC dan HCP.

Cacat pada Kristal dapat mengubah sifat listrik dan mekanik bahan. Kekosongan pada Kristal dapat mengubah sifat listrik bahan. Sebagai contoh, kita memanfaatkan kekosongan pada Kristal silicon untuk pendopingan oleh phospor sehingga terbentuk semikonduktor tipe n. Selain itu cacat Kristal seperti kekosongan, dislokasi, dan boundaries dapat meingubah sifat mekanik bahan. Grain Boundaries dapat menghambat difusi atom dan gerak dislokasi sehingga deformasi bahan sulit terjadi. Semakin kecil grain, semakin kuat bahan tersebut. Ukuran grain dapat diatur dengan laju pendinginan. Laju pendinginan yang cepat menghasilkan grain-grain yang kecil sedangkan proses-proses pendinginan yang lambat menghasilkan grain-gran yang besar


 

 

3.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu sebagai berikut :

1.         Struktur kristal dikelompokkan oleh gaya utama yang bekerja pada ikatannya yaitu ikatan tidak mengarah dan struktur ion sederhana, ikatan terarah dan struktur kovalen sederhana, campuran ikatan kristal rumit.

2.         Cacat kristal dapat terjadi karena adanya solidifikasi atau akibat dari luar. Jenis-jenis cacat kristal yaitu cacat titik, cacat linear, dan cacat interfacial.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Surdia, Tata dan Shinroku Saito.1984.­Pengetahuan Bahan Teknik.Bandung : Balai Pustaka.

Wulan, Niluh.2011.Cacat Kristal. ciripo.wordpress.com Diakses pada 7 Mei 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran Hidup : Rendah Hati Tidak Membuatmu Rendah Sebagai Manusia

Kumpulan Pantun Perpisahan Sekolah Yang Menyentuh Hati

7 DESTINASI WISATA YANG WAJIB KAMU KUNJUNGI DI BALI