TUGAS UAS
MANAJEMEN ALAT DAN MESIN PERTANIAN
“ KONSEP INDUSTRI PERTANIAN BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI
4.0 PADA PROSES PENYORTIRAN CABAI PASCA PANEN”
DISUSUN OLEH:
NAMA : I’IN KARMILA
NIM : J1B017028
KELAS : TEP GENAP 17
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2020
Seiring dengan peningkatan peradaban, bidang pertanian
pun juga ikut berkembang menjadi suatu system yang lebih kompleks. Seperti
kondisi pada saat ini sistem pertanian mulai berkembang dari metode yang sangat
sederhana hingga dengan menggunakan metode yang sangat canggih. Hal ini
merupakan bentuk dari perkembangan teknologi. Teknologi ini sendiri hadir di
lingkup pertanian berperan sebagai katalisator atau zat dalam mempercepat pencapaian
produktivitas sesuai dengan yang diinginkan. Salah satu contohnya yaitu
produktivitas cabai, yang memerlukan teknologi yang dapat mengklasifikasikan
kualitas cabai pasca panen untuk meningkatkan harga jual dari produk cabai
tersebut. Karna seperti yang kita ketahui dikalangan petani masih melakukan
kegiatan penyortiran secara manual dengan memisahkan cabai yang bagus dengan
yang busuk tanpa menyortir berdasarkan kualitas, hal ini dilakukan karna para
petani beranggapan bahwa jika mereka melakukan kegiatan penyortiran berdasarkan
kualitas maka akan membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang jauh lebih banyak.
Sehingga kita sebagai seorang engineering
dibidang pertanian harus bisa menyelesaikan persoalan tersebut dengan membuat
konsep mesin untuk menangani permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan
produktivitas hasil pertanian dengan kualitas yang tinggi, sehingga memiliki
nilai ekonomi yang tinggi.
Pada proses setelah cabai di panen proses yang paling utama yaitu pemisahan antara cabai dengan benda asing lainnya sebelum dilakukan penyortiran berdasarkan kualitasnya. Berdasarkan permasalahan yang sudah dipaparkan diatas disini saya menawarkan konsep mesin pemisah dan penyortiran cabai berdasarkan kualitas secara otomatis, yaitu ketika cabai yang sudah dipanen akan langsung dimasukkan kedalam mesin melalui bagian hopper, kemudian pada bagian pertama dari mesin akan melakukan kegiatan pemisahan antara cabai yang bagus dengan busuk dengan menggunakan bantuan sensor warna sebagai pendeteksi, jika cabai yang berwarna merah maka akan di teruskan ketahap pengkelasan sedangkan cabai yang tidak masuk kedalam kriteria dari pembacaan yang dilakukan sensor maka akan diteruskan kebagian pembuangan. Kemudian pada tahapan kedua dari mesin disini akan dilakukan pengkelasan dari cabai berdasarkan berat dengan menggunakan bantuan sensor berat. Disini pengkelasan akan dibagi menajdi 3 kelas sehingga pada pengkelasan pertama kita tentukan berat yang akan dikelaskan pada kelas 1, jika cabai yang beratnya sesuia dengan standar yang ditetapkan pada sensor maka akan diteruskan ke bagian pengemasan, sedangkan yang tidak sesuai dengan kriteria dari sensor berat pada kelas pertama akan diteruskan ke bagian kedua dengan metode yang sama sampai dengan pengkelasan ke 3.
Contoh sederhana desain dari mesin pemisah dan
pengkelasan cabai yang akan dilengkapi oleh sensor warna dan sensor berat untuk
mendeteksi.
Proses manajemen alat dan mesin dari pemisah dan
pengkelasan cabai yaitu:
1.
Performa
mesin, mesin yang digunakan secara terus menerus tanpa ada sebuah kegiatan
perawatan maka akan cepat mengalami kerusakan maupun kualitas produk yang
didapatkan tidak akan sesuai dengan standar yang diinginkan. Maka proses
perawatan seperti pembersihan mesin baik sebelum atau sesudah kegiatan
pemakaian harus dilakukan secara rutin.
2.
Kesehatan
dari mesin, mesin yang sehat jarang akan dibawa ke bengkel ataupun dilakukan
proses perbaikan yang akan membutuhkan pengeluaran biaya untuk perbaikan serta
dapat menghentikan proses produksi.
3.
Pemeliharaan
dan reparasi yang terencana, untuk memelihara mesin maka kita harus menentukan
program maintenance yang terjadwal, agar mudah kita mengidentifikasi kerusakan
kecil yang terjadi sebelum menjadi kerusakan yang jauh lebih besar yang dapat
menghambat proses produksi berkepanjangan jika mesin mengalami mati total
akibat kerusakan yang terlalu parah.
4.
Keselamatan
kerja dan keamanan, mesin yang akan kita gunakan dalam proses produksi juga
harus kita perhatikan keamanannya dalam pengoperasian, maka sebelum
pengoperasian dimulai harus kita perhatikan bagian-bagian dari mesin yang
sekiranya longgar dan akan bisa terlepas ketika mesin sudah dinyalakan,
sehingga hal ini dapat membahayakan pengguna.

Komentar
Posting Komentar